Kabupaten Tanah Bumbu dengan ibukota Batulicin memiliki cukup banyak
lokasi yang dapat dijadikan sebagai obyek wisata, baik itu berupa Wisata
Alam, Wisata Buatan, Wisata Religius, Wisata Sejarah/Wisata Budaya, dan
Wisata Adat yang cukup potensial untuk dikembangkan.
WISATA ALAM
Pantai Tanjung Petang
Objek wisata pantai Tanjung Petang yang terdapat di Desa Muara Ujung, Kecamatan Kusan Hilir, Kabupaten Tanah Bumbu.
Objek wisata pantai Tanjung Petang yang terdapat di Desa Muara Ujung, Kecamatan Kusan Hilir, Kabupaten Tanah Bumbu.
Goa Sugung
Goa Sugung terjadi dari proses alam, terletak di km 44 jalan Kadeco Kecamatan Mentewe dengan luas sekitar 12 ha. Dari ibukota Kabupaten, Batulicin dapat ditempuh kurang lebih 1,5 jam dengan kendaraan roda 4 dan roda 2. Sebuah pemandangan yang jarang kita temui disini, kita dapat merasakan kesejukan saat berada didalam goa. Pada hari libur tidak jarang Goa Sugung menjadi pilihan bagi masyarakat sekitar untuk berekreasi. Bagi pecinta goa tempat ini merupakan tantangan tersendiri dan menjadi wahana atau objek penelitian.
Goa Sugung terjadi dari proses alam, terletak di km 44 jalan Kadeco Kecamatan Mentewe dengan luas sekitar 12 ha. Dari ibukota Kabupaten, Batulicin dapat ditempuh kurang lebih 1,5 jam dengan kendaraan roda 4 dan roda 2. Sebuah pemandangan yang jarang kita temui disini, kita dapat merasakan kesejukan saat berada didalam goa. Pada hari libur tidak jarang Goa Sugung menjadi pilihan bagi masyarakat sekitar untuk berekreasi. Bagi pecinta goa tempat ini merupakan tantangan tersendiri dan menjadi wahana atau objek penelitian.
Pantai Rindu Alam
Objek wisata Pantai Rindu Alam ini menyerupai sebuah pulau karena letaknya dipisahkan sebuah selat kecil dan tempat ini seperti menjurus ke luar. Objek ini ditumbuhi pohon cemara yang lebat sehingga menciptakan suasana yang sejuk. Tempatnya ± 8 km dari pusat Kecamatan Kusan Hilir dengan panjang pantai ±1 km, luas ± 3 ha.
Objek wisata Pantai Rindu Alam ini menyerupai sebuah pulau karena letaknya dipisahkan sebuah selat kecil dan tempat ini seperti menjurus ke luar. Objek ini ditumbuhi pohon cemara yang lebat sehingga menciptakan suasana yang sejuk. Tempatnya ± 8 km dari pusat Kecamatan Kusan Hilir dengan panjang pantai ±1 km, luas ± 3 ha.
Kita dapat menggunakan kendaraan roda dua dan roda empat untuk menuju
tempat tersebut dengan waktu tempuh ± 25 menit, terletak di sepanjang
jalan raya provinsi (Tanah Bumbu dan Banjarmasin).
Pantai Bunati
Pantai Bunati terletak di kecamatan Angsana, Kabupaten Tanah Bumbu.
Pantai Bunati terletak di kecamatan Angsana, Kabupaten Tanah Bumbu.
Selain menyimpan keindahan eksotis cagar alam dan lautnya, pantai
bunati juga menyimpan keindahan terumbu karangnya. Selain itu juga Anda
bisa Diving di pantai ini.
Pulau Sewangi
Obyek wisata alam lainnya adalah sebuah pulau yang terletak di selat laut dan berbatasan dengan Kecamatan Pulau Laut Tengah Kabupaten Kotabaru, yaitu Pulau Sewangi yang memiliki luas wilayah sekitar 4500 m² dengan panjang sekitar 15 km terletak memisah dari daratan pulau Kalimantan.
Kita dapat mengelilingi pulau tersebut naik perahu motor sekitar 1 jam. Konon kabarnya pada tahun 1970 seorang peneliti dari Amerika pernah mengadakan penelitian di pulau tersebut. Dari hasil survey dan observasi terdapat kandungan nikel dan batubara.
Di pulau ini terdapat sumber mata air tawar. Ini menjadi pendapatan masyarakat yang bertempat tinggal disana dengan menjual air tawar ke kapal-kapal besar serta ke masyarakat jika terjadi musim kemarau. Produksi air bersih rata-rata 40 meter kubik per hari. Kendati kemarau sumber ini tidak pernah kering dengan kualitas air yang jernih.
Di pulau ini juga ada 2 buah lubang yang kedalamannya sekitar 15 m mengarah kedalam, dan apabila kita berjalan di atas lubang tersebut terdengar bunyi dengungan yang memantulkan bahwa lubang tersebut besar.
Menarik untuk menjadi tantangan bagi pecinta alam, serta kita yang ingin menikmati keindahan alam Pulau Sewangi dengan lebatnya hutan di pulau ini, makanya tempat ini dikatakan sebagai paru-parunya kabupaten Tanah Bumbu.
Obyek wisata alam lainnya adalah sebuah pulau yang terletak di selat laut dan berbatasan dengan Kecamatan Pulau Laut Tengah Kabupaten Kotabaru, yaitu Pulau Sewangi yang memiliki luas wilayah sekitar 4500 m² dengan panjang sekitar 15 km terletak memisah dari daratan pulau Kalimantan.
Kita dapat mengelilingi pulau tersebut naik perahu motor sekitar 1 jam. Konon kabarnya pada tahun 1970 seorang peneliti dari Amerika pernah mengadakan penelitian di pulau tersebut. Dari hasil survey dan observasi terdapat kandungan nikel dan batubara.
Di pulau ini terdapat sumber mata air tawar. Ini menjadi pendapatan masyarakat yang bertempat tinggal disana dengan menjual air tawar ke kapal-kapal besar serta ke masyarakat jika terjadi musim kemarau. Produksi air bersih rata-rata 40 meter kubik per hari. Kendati kemarau sumber ini tidak pernah kering dengan kualitas air yang jernih.
Di pulau ini juga ada 2 buah lubang yang kedalamannya sekitar 15 m mengarah kedalam, dan apabila kita berjalan di atas lubang tersebut terdengar bunyi dengungan yang memantulkan bahwa lubang tersebut besar.
Menarik untuk menjadi tantangan bagi pecinta alam, serta kita yang ingin menikmati keindahan alam Pulau Sewangi dengan lebatnya hutan di pulau ini, makanya tempat ini dikatakan sebagai paru-parunya kabupaten Tanah Bumbu.
Pantai Angsana
Pantai Angsana adalah obyek wisata yang terletak di kawasan Kecamatan Angsana, Kab.Tanah Bumbu. Suasana Pantai yang masih cenderung apik dan masih bening, biasanya wisatawan lokal dan non lokal yang datang untuk berlibur ataupun hanya untuk melepas lelah yang disertai angin spoi-spoi ala pantai. Jika ditempuh melalui perjalanan darat dari Kota Banjarmasin sekitar 5 jam dengan kecepatan rata-rata 80 Km/Jam.
Pantai Angsana adalah obyek wisata yang terletak di kawasan Kecamatan Angsana, Kab.Tanah Bumbu. Suasana Pantai yang masih cenderung apik dan masih bening, biasanya wisatawan lokal dan non lokal yang datang untuk berlibur ataupun hanya untuk melepas lelah yang disertai angin spoi-spoi ala pantai. Jika ditempuh melalui perjalanan darat dari Kota Banjarmasin sekitar 5 jam dengan kecepatan rata-rata 80 Km/Jam.
Pantai Angsana merupakan salah satu cikal bakal perkembangan
pariwisata di Angsana. Memang tempat ini merupakan perkampungan nelayan
dan seiring berkembangnya pariwisata Kal-sel dan Angsana khususnya,
penduduk lokal dan pemerintah setempat mulai membenahi pantai tersebut.
Sekarang kawasan Angsana telah berkembang menjadi Kecamatan dan ikon pariwisata di Tanah Bumbu. Yang diharapkan bisa menarik wisatawan lokal ataupun non lokal.
Sekarang kawasan Angsana telah berkembang menjadi Kecamatan dan ikon pariwisata di Tanah Bumbu. Yang diharapkan bisa menarik wisatawan lokal ataupun non lokal.
Selain Pantai Pagatan, ada beberapa obyek wisata lainnya yang
bisa dikunjungi di antaranya, Pantai Sungai Lembu, Pantai Tanjung Batu,
Pantai Sungai Dua Laut, Pantai Angsana Bahari, Pantai Cemara Indah, dan
Pantai Sungai Cuka.
WISATA SEJARAH DAN BUDAYA
Pesta Laut Pantai Pagatan (Mappanretasi) - Ritual Suku Bugis
Pagatan
Mappanretasi (pesta laut) adalah sebuah upacara adat Suku Bugis di Pantai Pagatan Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. Pesta laut ini dilaksanakan selama tiga minggu di bulan April. Dan puncak dari Mappanretasi dilaksanakan pada minggu terakhir di Bulan April. Pada acara puncaknya akan dimeriahkan oleh kapal-kapal nelayan berhiasan menuju ketengah laut.Selain itu, selama hampir tiga minggu, kota Pagatan setiap sore dan malamnya sejak dibuka hingga ditutupnya pesta adat nelayan pagatan terdapat pasar malam.
Mappanretasi (pesta laut) adalah sebuah upacara adat Suku Bugis di Pantai Pagatan Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. Pesta laut ini dilaksanakan selama tiga minggu di bulan April. Dan puncak dari Mappanretasi dilaksanakan pada minggu terakhir di Bulan April. Pada acara puncaknya akan dimeriahkan oleh kapal-kapal nelayan berhiasan menuju ketengah laut.Selain itu, selama hampir tiga minggu, kota Pagatan setiap sore dan malamnya sejak dibuka hingga ditutupnya pesta adat nelayan pagatan terdapat pasar malam.
Agenda wisata tahunan ini tujuannya untuk memberi makan laut sebagai
ucapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas hasil laut yang
melimpah.
Para nelayan Suku Bugis yang tinggal di pesisir Pantai Pagatan, Tanah Bumbu menggelar upacara mappanretasi atau memberi makan laut dengan cara melarung sesajen sebagai wujud syukur atas hasil laut. Sesajen tersebut berupa sesisir pisang barengseng, nasi ketan warna putih, hitam, kuning dan merah jambu, juga dilengkapi dengan ayam panggang dan pisang raja.
Para nelayan Suku Bugis yang tinggal di pesisir Pantai Pagatan, Tanah Bumbu menggelar upacara mappanretasi atau memberi makan laut dengan cara melarung sesajen sebagai wujud syukur atas hasil laut. Sesajen tersebut berupa sesisir pisang barengseng, nasi ketan warna putih, hitam, kuning dan merah jambu, juga dilengkapi dengan ayam panggang dan pisang raja.
Sesajen tersebut mengiring ayam berwarna hitam yang di bawa
naik kapal nelayan yang telah disiapkan. Pemimpin acara sakral selamatan
laut atau biasa disebut Sandro. Sandro merupakan gelar yang diperoleh
secara turun temurun yang diperoleh melalui titisan leluhurnya yang
tidak dapat diambil alih oleh orang lain. Sandro mappanretasi didampingi
12 pengiring atau dayang yang terdiri dari 6 orang perempuan dan 6
orang laki-laki telah menunggu di atas kapal nelayan tersebut. Sandro
yang mengenakan kopiah bugis bone dan mengenakan pakaian adat bugis
yang serba kuning memberi aba-aba agar kapal bertolak dari pantai menuju
ke titik di tengah laut yang telah ditentukan oleh sandro. Malam
sebelum prosesi selamatan laut dilaksanakan, sandro turun ke laut yang
semacam survei pendahuluan untuk menentukan titik koordinat posisi yang
tepat untuk selamatan laut tersebut. Menemukan titik sakral di tengah
laut tidaklah mudah, ibarat mengirim surat, kalau alamatnya tidak jelas,
maka surat tersebut tidak akan sampai. Menemukan titiknyapun harus
dengan menggunakan kontak batin ke alam gaib yang hanya bisa dilakukan
oleh sandro. Setelah kapal sampai ke titik yang telah ditentukan,
ratusan kapal nelayan terlihat mengerubungi kapal yang ditumpangi sandro
untuk mengikuti pembacaan doa selamatan laut.
Usai pembacaan doa oleh sandro, ayam hitam yang telah disiapkan
langsung dipotong dan dilepas ke laut. Begitu pula sesajen yang telah
disiapkan juga lepas.
Mappanretasi berasal dari bahasa Bugis yang terdiri dari dua kata yaitu Ma’ppanre yang berarti memberi makan dan Tasi berarti laut. Jadi Mappanretasi, artinya memberi makanan di laut. Upacara adat ini dilaksankan secara turun temurun oleh masyarakat setempat.
Mappanretasi berasal dari bahasa Bugis yang terdiri dari dua kata yaitu Ma’ppanre yang berarti memberi makan dan Tasi berarti laut. Jadi Mappanretasi, artinya memberi makanan di laut. Upacara adat ini dilaksankan secara turun temurun oleh masyarakat setempat.
Pesta rakyat ini, bermakna sebagai bentuk kegiatan pesta rakyat atas
ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena keberhasilan
nelayan menangkap ikan di laut setiap tahunnya.
Menurut sejarah,, pada abad ke-17 datanglah seorang pemimpin Suku Bugis menghadap Raja Banjar yang berkedudukan di Kayutangi (Martapura) untuk diizinkan mendirikan pemukiman di Pagatan, Tanah Bumbu.
Raja Banjar memberikan gelar Kapitan Laut Pulo kepadanya yang kemudian menjadi raja Pagatan. Sebagai wujud syukur atas rezeki selama ini, masyarakat Bugis yang mayoritas nelayan melakukan upacara adat, antara lain memberikan sedekah laut (mappanretasi) yang dilakukan secara turun temurun.
Menurut sejarah,, pada abad ke-17 datanglah seorang pemimpin Suku Bugis menghadap Raja Banjar yang berkedudukan di Kayutangi (Martapura) untuk diizinkan mendirikan pemukiman di Pagatan, Tanah Bumbu.
Raja Banjar memberikan gelar Kapitan Laut Pulo kepadanya yang kemudian menjadi raja Pagatan. Sebagai wujud syukur atas rezeki selama ini, masyarakat Bugis yang mayoritas nelayan melakukan upacara adat, antara lain memberikan sedekah laut (mappanretasi) yang dilakukan secara turun temurun.







Tempat-Tempat Wisata Di Kabupaten Tanah Bumbu
BalasHapus